Selasa, 01 April 2008
PSIKOLOGI DAN TANTANGAN MILLENIUM KE TIGA : DAMPAK TEKNOLOGI INTERNET PADA KEHIDUPAN MANUSIA DAN PENGELOLAAN INSTITUSI PENDIDIKAN PSIKOLOGI
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP KEMAJUAN PENYIARAN RADIO, TELEVISI DAN FILM
Perkembangan di bidang teknologi mengiringi perkembangan di bidang penyiaran baik radio, televisi maupun film. Berbagai penemuan dan perkembangan teknologi membantu menyempurnakan penerimaan suara yang dikirm radio, memvisualisasikan gambar di televisi hingga terlihat nyata sampai membuat film-film terlihat begitu canggih dan hebat dengan efek khususnya. Tak terbayangkan sebelumnya jika saat ini kita bisa mendengar radio luar negeri lewat internet, dapat berinteraksi langsung dengan berbagai program televisi, atau menyaksikan dengan jelas film atau karakter dalam film tersebut yang selama ini cuma jadi hanyalan atau fantasi semata.
Gelombang radio naik dan turun dalam pola standar yang disebut cycles. Jumlah cycles yang terjadi dalam satu detik disebut frekuensi dan diukru dalam satuan Hertz. Gelombang radio dapat berjalan lebih cepat daripada gelombang air karena energy elektromagnetik yang digunakannya dapat dideteksi dalam jarak tertentu.
Amplitude modulation atau AM adalah informasi suara yang dibawa dalam variasi dalam tinggi, atau amplitude dari gelombang radio. Pita radio AM memiliki jangkauan sekitar 535 – 1605 kHz pada tahun 1941, dan kemudian diperluas hingga 1705 kHz pada tahun 1988. Pada tahun 1933, Howard Armstrong, membangun FM atau frequency modulation. Pada radio FM, informasi suara dibawa oleh beberapa variasi frekuensi dari gelombang radio di sekitar pusat pembawa frekuensi yaitu 101.700.00 Hz, atau 101,7 FM.
Apabila dibandingkan dengan AM, FM memiliki jangakuan frekuensi yang lebih besar dan tidak kaku, jadi penyiaran stereo dimulai dari pita FM. Saluran FM sangat lebar sehingga dapat membawa dua versi penyiaran yang berbeda.ini merupakan kombinasi elektronik di dalam receiver untuk memproduksi dua sinyal yang terpisah yang dapat di dengar pada pengeras suara kanan dan kiri. Namun FM memiliki keterbatasan jarak yang hanya mamu menjangkau 30 mil. Sedangkan AM dapat didengar dalam jangkauan ratusan mil karena frekuensi AM dapat menembus atmosfir dan dapat berjalan dalam jarak yang besar.
Pada tahun 1950, transistor dan integrated circuits menggantikan saluran radio. Transistor bekerja seperti saluran yang memungkinkan sinyal listrik lemah untuk mengendalikan arus listrik yang besar tapi dalam paket yang lebih kecil. Radio poket transistor yang muncul pada tahun 1950, adalah pemutar musik pribadi pertama.
High Definition Radio atau HD Radio yang dulu dikenal dengan nama digital audio boradcasting, adalah satu dari banyak perkembangan teknologi radio. HD Radio mentransmisikan suara yang telah dikonversikan ke dalam data komputer melalui udara dari stasiun radio di bumi ke penerima digital khusus. Hal ini meningkatkan kualitas suara dan membuat sinyal radio lebih kuat. Sinyal digital juga meliputi informasi menegani musik jadi pendengar dapat mengatur radio mereka untuk mencari jenis musik yang mereka inginkan dan menampilkan nama radio pada layar tampilan. Selain itu, tambahan informasi seperti berita terbaru dan peringatan tentang cuaca dan perjalanan juga ada. Dalam penyiarannya radio juga menggunakan bantuan satelit. Contohnya adalah operasi XM dan Sirius. XM dan Sirius mentransmisikan musik lewat satelit kepada penerima melalui antena wafer yang dapat ditempatkan di atap mobil.
Perkembangan lainnya adalah penggunaan internet sebagai salah satu wadah yang dapat digunakan untuk mendengarkan siaran radio. Radio internet dimulai dengan percobaan pada tahun 1993 yang menggunakan teknologi awal seperti MBONE. Kebanyakan radio yang melakukan siaran melalui internet adalah jaringan radio independen yang hanya melakukan siaran lewat internet, dan jarang sekali radio komersil. Salah satu situs yang menjadi adah stasiun radio internet adalah yahoo.com. penggunaan radio internet ini adalah untk menjangkau pendengar yang dilura jangkauan frekuensi radio biasa dan untuk orang-orang yang sering berkutat dengan dunia maya.
Perkembangan industri film dimulai dengan kinetograph buatan Edison di tahun 1888. Alat ini dapat merekam sebuah gambar dalam satu waktu. Cara kerjanya mirip dengan phonograph. Pada 1892 Edison menciptakan kinetoscope yang merupakan mekanisme pemutar pertama untuk massa. The Lumiere Brothers membuat proyektor film pada tahun 1895 dengan memancarkan sinar melalui garis transparan dari gambar dan memperbesarnya dengan lensa optik.
Perkembangan pemutar gambar juga diikuti dengan perkembangan untuk memutar suar, karena film adalah kombinasi antara suara dan gambar. Edison menciptakan sistem suara film pada tahun 1913, sistem pertama yang berhasil adalah The Jazz Singer (1927). Kemudian sebuah cara ditemukan untuk merekam suara dalam jalur optik ke film. Photoreceptor membawa variasi sinar yang terpancar melalui jalur suara dan merproduksi mereka sebagai arus listrik lemah yang dimasukkan dalam sebuah amplifier dan kemudian disalurkan ke pengeras suara bioskop.
Perkembangan lainnya mencakup aspek visual dari sebuah film. Pertama, menyangkut tingkat exposure yang meningkat dari 18 – 22 frame per detik menjadi 24 frame per detik. Tampilan film juga makin lebar. Kemudian perkembangan warna dalam film muncul pada tahun 1910 tapi saat itu cara kerjanya masih manual dan diwarnai menggunakan tangan di tiap gambarnya. Kebanyakan film sudah berwarna ketika tahun 1960-an.
Perbedaan film zaman dulu dengan sekarang terlihat sekali dari segi efek khusus yang digunakan. Star Wars, Matrix, Harry Potter, King Kong dan Lord of The Ring adalah beberapa dari film kontemporer yang banyak menggunakan efek khusus dalam pembuatannya. Tak terbayangkan ketika melihat King Kong ditampilkan dengan penampilan yang begitu besar dan menakutkan yang berbeda dari aslinya, dan membayangkan bagaimana karakter-karakter aneh seperti Gollum, Orc, Troll, dalam LOTr dan Harry Potter bisa terwujud. Ada dua proyeksi yang dikenal dalam segi efek khusus yaitu front projection dan rear projection.
Perkembangan efek khusu tidak hanya terjadi dalam film biasa. Kemajuan ini juga ikut mengembangkan pembuatan film animasi. Toy story, The Incredible, danMonster Inc, hanyalah beberapa dari sederet judul film animasi yang sukses menggunakan efek khusus dalam pembuatannya. Dalam film animasi modern semua pengerjaannya dilakukan melalui komputer, tidak ada lagi yang menggamabr karakter dengan tangan dan memerlukan kertas yang bertumpuk-tumpuk hanya untuk menampilkan satu gerakan dari karakter tersebut. Komputer mewujudkan berbagai fantasi para pembuat film animasi
Kesemua efek tersebut tidak terlepas dari proses digitalisasi oleh komputer. Namun bantuan komputer dalam perkembangan film tidak berhenti sampai situ saja. Komputer juga membantu memudahkan kerja para editor film. Alih-alih mengerjakan editing secara linear yang membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup banyak, saat ini para editor film dapat menggunakan komputer untuk mengedit dengan mudah. Metode non-linear editing membuat editor dapat melakukan edit pada sebuah film dengan waktu, tenaga dan biaya yang lebih hemat.
Semua gambar televisi dibentuk oleh titik tunggal cahaya yang bergerak bolak-balik, depan-belakang atau atas-bawah, secara cepat pada layar televisi yang tak tampak oleh mata, sehingga yang terlihat hanyalah rangkaian gambar. Pada tahun 1884 Paul Nipkow mencetuskan ide tentang pemindaian gambar dengan cara memecahkanya ke dalam rangkaian titik cahaya yang bergerak secara linear menyeberangi sudut pandangan.
Konsep penggunaan interaksi antara pergerakan energi listrik dan lempengan magnet untuk mengkombinasikan gambar di televisi dibangun menjadi sebuah standar pada 1941 oleh National Television Systems Committee (NTSC). Standar inijuga mengatur rasio dari kelebaran gambar dengan tingginya, 4 banding 3.modifikasi penting lainnya adalh pengenalan televisi berwarna pada tahun 1953. Insinyur Jerman dan Perancis membuat peningkatan dalam penyiaran berwarna pada tahun 1960 dan menggabungkannya dalam standar SECAM dan PAL yang kompatibel dengan NTSC-nya Amerika.
Sinyal televisi bekerja seperti radio AM, terkecuali dalam penghubung pembawa frekuensi tinggi. Pada radio dari suara besar ke lembut sedangkan televisi dari terang ke gelap. Perangkat televisi disinkronisasikan dengan transmiter untuk menghasilkan pola yang tepat dari sebuah piksel yang akan ditempatkan pada layar. Televisi ditransmisikan dengan dua pita frekuensi, VHF (very high frequency) dan UHF (ultra high frequency), dan setiap saluran memiliki lebar pita keseluruhan mencapai 6 MHz. Jaringan televisi pertama menggunakan kabel coaxial dan teknologi gelombang mikro. Pada tahun 1970-an satelit menjadi standar dalam menghubungkan kabel dan jaringan penyiaran kepada afiliasi mereka dan untuk mentransmisikan berita lokal dan pergelaran olahraga ke kantor berita pusat. Saat ini, jaringan serat optik juga ikut digunakan.
Pipa kamera adalah hasil penemuan dari Philo Farnsworth dan Vladimir Zworykin. Kebanyakan kamera televisi saat ini menggunakan komponen padat yang disebut called charged devices (CCD) untuk membuat gambar sebagai pengganti pipa. Pada kamera CCD, setipa piksel ditampilakn dengan komponen padat mini yang mengubah cahaya menajdi listrik.
Perkembangan dalam perekaman video dimulai oleh penemu berkebangsaan Inggris, John Logie Baird yang membuat video kasar dengan tingkat 78 rpm pada tahun 1928. pada 1956, videotape mulai dipakai pertama kali dalam Jonathan Winters Show. Kunci perkembangan dari sebuah video cassete recorder (VCR) adalah helical scanning. Teknik ini digunakan oleh pemutar video home system (VHS).
Pemutar Digital Video Disc (DVD) memasukkan vidoe digital yang sudah di kompress pada versi kapasitas tinggi dari CD suara. Perekaman pada HDTV akan membutuhkan teknologi kompresi laser dan video untuk menempatkan film panjang dalam fitur high-definition pada disket tunggal.
Sistem Digital Video Recorder (DVR) setara dengan sebuah VCR yang dilengkapi perangkat komputer, yang secara berkelanjutan menyimpan video digital yang dikompresikan ketiak ditransmisikan. DVR dapat menyimpulan kesenangan tontonan kita dan bahkan pilihan kita.
Saat inidikenal teknologi terbaru dalam industri televisi yaitu televisi digital. Tujuan dari terciptanya adalah untuk meningkatkan kualitas dari sebuah gambar yang dapat ditampilkan.Video digital yang cocok dengan kualitas NTSC disebut standar-definition TV (SDTV), dimana high-definition TV (HDTV) menyediakan gambar yang tepat untuk layar lebar yang dimiliki home theatre. Televisi digital hadir dengan sistem DBS, sistem ini mengkodekan video dalam bentuk digital baik untuk transmisi maupun penyimpanan, lalu mengubahnya kemabli ke dalam format TV analog untuk dapat ditampilkan pada perangkat televisi NTSC yang lama. Televisi digital juga membawa fitur multicasting yang mentransmisikan banyak sinyal standar-definition secara terus menerus pada saluran televisi tunggal.
Misi terbaru dalam teknologi televisi adalah bagaimana membuat televisi bukan sebagai perangkat pasif tetapi aktif dimana kta bisa berinteraksi secara langsung dengan televisi. Ide televisi interaktif ini bukanlah sesuatu yang baru lagi, Time Warner pernah mencobanya dengan sistem kabel interaktif yang disebut “Qube”. Akan tetapi program ini gagal.
Perubahan Teknologi Mengubah Kehidupan
Pontianak,- Kemajuan teknologi menyebabkan kecenderungan remaja untuk memiliki barang-barang berteknologi seperti handphone. Hal tersebut juga menyebabkan tingginya tindak kriminalitas yang melibatkan remaja baik sebagai pelaku maupun korban. Mengapa hal tersebut sampai terjadi? Berikut penelitian yang dilakukan Mei Sulawesi Yanto,SH, dkk, dosen Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura Pontianak. Oleh Nurul ChairunnisyaKEHIDUPAN masyarakat cenderung berkembang dari tingkat yang sederhana ke tingkat lebih modern. Kondisi ini menunjukkan bahwa pada dasarnya masyarakat itu selalu berubah. Terjadinya perubahan dalam masyarakat ditunjang pula dengan adanya inovasi-inovasi baru di bidang pengetahuan dan teknologi. Kemajuan teknologi inilah yang akhirnya menyebabkan terjadinya perubahan yang cepat terhadap kehidupan masyarakat. Seperti dinyatakan banyak ahli bahwa perubahan yang terjadi dengan cepat pada kehidupan masyarakat itu tidak hanya membawa dampak positif, melainkan juga bisa membawa dampak negatif. Dampak negatif ini timbul karena masyarakat kurang mampu secara tepat menyesuaikan diri dengan perubahan dan perkembangan zaman. Akibat perubahan yang cepat juga dirasakan pada kota-kota di Indonesia termasuk Pontianak. Diantaranya dalam perkotaan sering terjadi kurang harmonisnya hubungan antara orangtua dan anak. Seakan-akan orangtua tidak lagi menjadi panutan bagi anak-anak remajanya. Hal ini dapat dilihat dari perubahan pola-pola prilaku remaja.Dewasa ini, remaja semakin terjerumus pada perbuatan yang menjurus kepada kejahatan. Salah satu bentuk yang sering terjadi adalah pencurian terhadap telepon seluler (handphone). Secara yuridis dikualifikasikan sebagai perbuatan tindak pidana pencurian yang diatur pada pasal 362 KUHP.Di kota Pontianak, tindak pencurian terhadap telepon seluler menunjukkan gejala meningkat. Ternyata pelaku pencurian tersebut adalah para remaja, terutama remaja putus sekolah. Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti melakukan penelitian mengenai faktor-faktor yang menjadi penyebab meningkatnya tindak pidana pencurian dengan remaja sebagai pelaku. Bertempat di Kota Pontianak, penelitian tersebut menggunakan metode deskriptif, yaitu dengan proses penelitian yang dilakukan dengan mengamati dan menganalisis data berdasarkan keadaan atau fakta. Penelitian ini menggunakan dua teknik yaitu teknik komunikasi langsung dan komunikasi tidak langsung. Yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah para remaja yang pernah terlibat pencurian telepon seluler, orang tua dan aparat kepolisian Poltabes Pontianak. Jumlah objek sebanyak 120 orang, namun peneliti menggunakan sampel yang dianggap paling kuat untuk mewakili populasinya. Penarikan sampel dilakukan dengan teknik random sederhana. Sampel yang diambil yaitu 12 orang atau sepuluh persen dari jumlah objek, untuk diwawancarai secara mendalam. Lingkungan dan EkonomiDunia remaja merupakan saat-saat yang rawan bagi setiap anak manusia. Karena pada masa-masa itu, remaja sedang mencari identitas diri. Tak jarang mereka sering mengikuti segala hal yang ada di lingkungannya. Baik itu kepemilikan barang mewah, perbuatan positif atau bahkan perbuatan negatif yang melanggar norma-norma di masyarakat. Kurangnya perhatian dari orangtua mengakibatkan seorang remaja cenderung mencari kegiatan di luar rumah. Bagi remaja yang waktunya lebih banyak tersita untuk kegiatan di luar rumah, mereka selalu terlibat dengan kegiatan dalam kelompok bermainnya.Setiap kelompok remaja tidak selalu melakukan perbuatan yang dapat dikategorikan sebagai kenakalan remaja, akan tetapi tidak menutup kemungkinan satu kelompok remaja sulit menghindarkan diri dari pengaruh negatif yang timbul dari lingkungan pergaulan para remaja. Termasuk tindak pidana pencurian, salah satunya adalah pencurian handphone. Di kota Pontianak, pencurian tersebut juga melibatkan para remaja sebagai pelaku.Setelah dilakukan penelitian, banyak faktor penyebab maraknya pencurian handphone di Pontianak ini. Kelalaian korban juga merupakan salah satu faktor penyebab. Pemiliknya sering tidak hati-hati dalam menggunakan handphone sehingga memberikan kesempatan kepada para pelaku termasuk remaja untuk mengambil barang tersebut.Faktor lainnya adalah faktor individu. Psikologis pelaku juga mempengaruhi seseorang untuk berbuat di luar batas kesadarannya. Pencurian dilakukan karena adanya gejolak jiwa yang menyuruh orang tersebut berbuat. Tekanan ekonomi juga berpengaruh menjadikan pelaku termasuk remaja melakukan pencurian telepon seluler. Pada umumnya remaja yang belum memiliki kepribadian yang matang akan lebih mudah terpengaruh oleh teman bermain dalam satu kelompoknya. Remaja cenderung mengidolakan remaja-remaja lain yang berasal dari kalangan orangtua berada, sehingga mereka cenderung mencontoh kelakuan yang dianggap sebagai kelakuan terpuji dan patut dicontoh. Namun, barang-barang yang dimiliki para remaja dari kalangan kaya, tentu saja tidak mampu dicontoh oleh remaja dari kalangan bawah.Untuk memenuhi kebutuhan yang tidak mampu dipenuhi oleh orangtuanya, para remaja cenderung melakukan pelanggaran norma-norma, khususnya norma hukum yang dapat dikategorikan sebagai perbuatan pidana pencurian handphone. Tak hanya remaja, tekanan ekonomi ini juga dapat mendorong orang dewasa melakukan tindak pencurian.Faktor lain yang menjadi penyebab adalah faktor lingkungan karena secara psikologi, unsur lingkungan bersifat menentukan. Seperti kata pepatah, apabila seseorang dilahirkan dan dibesarkan di lingkungan yang baik, maka orang tersebut akan menjadi baik, begitu pula sebaliknya. Artinya, walaupun tidak sepenuhnya lingkungan itu bersifat menentukan, namun setidaknya watak atau sifat seseorang akan berubah karena pengaruh lingkungan. Secara logika, apabila berteman dengan pemabuk ataupun penjudi, maka sedikit banyak juga akan terpengaruh, setidak-tidaknya menjadi penonton. Demikian juga tindak pidana pencurian handphone.Ketidaktaatan masyarakat terhadap hukum yang berlaku juga cenderung mendorong masyarakat melakukan tindak pidana yang bertentangan dengan aturan tata tertib dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini juga menentukan pola tingkah laku dan menyebabkan timbulnya berbagai macam kejahatan atau tindak pidana, diantaranya tindak pidana pencurian telepon seluler yang dilakukan remaja di kota Pontianak.**
Dampak Konvergensi TI dan Telekomunikasi
Banyak perangkat teknologi digital telah berhasil menyingkirkan perangkat lama yang berbasis teknologi analog dari pasaran. Kualitas kemampuan teknologi digital memang jauh lebih unggul. Pemutar musik digital memiliki suara yang lebih jernih. Video digital memiliki kualitas gambar yang jauh lebih baik dibandingkan video analog. Namun, dampak terbesar dari digitalisasi adalah terbukanya kemungkinan untuk mengintegrasikan produk-produk yang semula terpisah-pisah menjadi satu, atau yang dikenal dengan konvergensi teknologi.
Konvergensi teknologi bisa dengan mudah kita dapati pada ponsel-ponsel canggih yang beredar di pasaran saat ini. Dengan ponsel tersebut kita bisa menelpon, mendengarkan musik, memotret, melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sebelumnya hanya bisa dilakukan di komputer. Sepuluh tahun yang lalu kita membutuhkan peralatan yang berbeda-beda untuk melakukan itu semua. Bahkan melalui layanan 3G dan dengan ponsel yang sesuai, kita bisa berkomunikasi sambil bertatap wajah dengan lawan bicara kita, sesuatu yang sebelumnya hanya bisa disaksikan di filem Dick Tracy atau filem-filem fiksi ilmiah yang mengisahkan masa depan.
Digitalisasi memungkinkan data yang dihasilkan oleh suatu perangkat bisa diproses oleh perangkat lain. Misalnya, gambar yang dihasilkan kamera digital bisa diproses di komputer dengan software Photoshop. Hasil pengolahan foto ini kemudian dirangkai dengan tulisan-tulisan maupun gambar-gambar lain dengan menggunakan software desktop publishing untuk dijadikan majalah. Kemampuan memanfaatkan data yang sama dengan perangkat yang berbeda-beda, membuka jalan bagi konvergensi teknologi-teknologi digital.
Perkembangan teknologi yang sangat cepat terutama diperlihatkan oleh konvergensi teknologi informasi (TI) dengan telekomunikasi. Kini orang bisa mengakses Internet dari mana-mana, termasuk dari kafe maupun taman, secara nirkabel. Ponsel yang dilengkapi GPS, yang memanfaatkan sinyal satelit, bisa membantu pengendara mobil menjelajahi daerah yang tidak dikenalinya. Pemilihan pemenang kontes-kontes menyanyi - seperti Indonesian Idol atau KDI - oleh pemirsa TV, dimungkinkan karena adanya jaringan telekomunikasi seluler untuk menyalurkan SMS dengan komputer yang menjalankan aplikasi SMS gateway. Dan, masih banyak lagi bentuk-bentuk konvergensi TI dan telekomunikasi yang telah dimanfaatkan di masyarakat.
Konvergensi TI dan telekomunikasi mula-mula terjadi di level terminal (perangkat penerima) dan di level layanan jaringan secara terpisah. Di level terminal, perangkat ponsel secara bertahap menggabungkan perangkat-perangkat lain yang awalnya tidak berhubungan dengan telekomunikasi - pemutar musik, game console, kamera, sampai komputer saku atau personal data assistant (PDA) - melebur jadi satu. Jika perangkat telepon sambungan tetap hanya berfungsi sebatas untuk komunikasi suara, perangkat ponsel berkembang menjadi perangkat komunikasi, hiburan, sampai bisnis. Anak-anak muda bisa menghabiskan waktunya dengan mendengarkan musik atau bermain game di ponsel. Pebisnis yang semula mencemaskan waktunya bakal habis ditelan kemacetan lalu-lintas Jakarta, bisa memanfaatkan waktunya untuk mengerjakan sebagian pekerjaan kantor di mobil dengan PDA yang terintegrasi dengan ponsel.
Di level jaringan, konvergensi teknologi menjadikan jaringan telekomunikasi - baik sambungan tetap maupun nirkabel - tidak hanya untuk mengalirkan suara, tetapi juga berbagai jenis data, termasuk untuk akses Internet. Mula-mula akses Internet hanya melalui komputer meja dari rumah atau kantor. Namun, layanan Internet melalui jaringan nirkabel memungkinkan orang mengakses Internet dari mana saja, dengan menggunakan komputer notebook ataupun PDA yang lebih mungil, tanpa tergantung lagi pada rentangan kabel. Saluran telekomunikasi satelit malah sudah lama memfasilitasi konvergensi layanan, mulai dari suara, data sampai siaran TV.
Konvergensi terminal dan konvergensi jaringan secara sendiri-sendiri tidak berlangsung lama, ke dua level ini pun kemudian menjadi konvergen juga. Pengguna menjadi lebih dimanjakan lagi. Akses Internet bisa dilakukan langsung dari ponsel yang menjalankan browser. Bahkan tanpa Internet pun, melalui saluran telekomunikasi seluler orang bisa mengakses berbagai jenis informasi, termasuk melakukan transaksi perbankan. Mula-mula orang bisa chatting atau menelpon melalui komputer ke pengguna komputer lain, kini melalui komputer orang juga bisa menghubungi orang yang menggunakan ponsel. Di masa lalu, ketika di tengah perjalanan, PDA hanya berfungsi sebagai komputer stand alone, yang tidak terhubung ke mana-mana karena tidak bisa menjangkau jaringan komputer kantor, kini PDA yang menyatu dengan ponsel bisa secara terus-menerus terhubung dengan jaringan komputer kantor. Tanpa menunggu sampai kantor, seorang karyawan bisa mengakses basis data kantor. Akibatnya, jika dimanfaatkan secara cerdik, ponsel bisa menghemat kegiatan operasional perusahaan atau membuka peluang bisnis baru, bukan sekedar asesori pengangkat citra canggih dan keren saja.
Sebagai media hiburan banyak kemungkinan bisa diwujudkan. Melalui jaringan seluler, gambar TV yang jernih bisa disebarkan. Selera musik kita bisa dipamerkan ke orang-orang yang menelpon kita berkat layanan ring back tone. Pengguna seluler juga bisa memperluas jangkauan dan mengintensifkan kontak sosialnya video call. Anak-anak muda bisa bermain game melawan orang lain yang berjauhan, atau bahkan yang tidak pernah ditemuinya sekalipun.
Konvergensi TI dan telekomunikasi telah dan akan memberikan peluang-peluang baru dalam bisnis. Bahkan bagi Indonesia, perkawinan TI dan telekomunikasi seluler memiliki akibat bisnis yang lebih besar dibandingkan dengan Internet. Ketika paruh kedua tahun 90-an bisnis di Internet (dotcom) mengalami perkembangan luar biasa, sebagian kalangan bisnis di Indonesia juga memiliki harapan-harapan yang sama dengan yang ada di negara-negara maju. Maka, mulai dari tiruan Amazon sampai tiruan Yahoo bermunculan, pendirinya berharap bisa meraih sukses yang sama. Namun, sayangnya di Indonesia Internet ternyata merupakan media transaksi yang rawan kecurangan. Penggunaan kartu kredit orang lain, sampai pemalsuan identitas kerap terjadi. Contoh, penipuan yang dilakukan orang di tanah air, misalnya ketika BCA meluncurkan situs Internet banking, dalam waktu singkat bermunculan situs-situs palsu dengan nama mirip, sehingga sebagian nasabah BCA ada yang terjebak mengakses situs tersebut dan menyerahkan password atau kata sandinya, yang kemudian digunakan oleh pemilik situs palsu tersebut untuk menguras rekening nasabah. Untuk mengatasi pencurian kata sandi ini, kemudian BCA memberi nasabahnya alat keyBCA yang bisa menghasilkan kata sandi yang berubah-ubah setiap kali login, sehingga bisa mempersulit pemalsuan. Namun, hal ini tentu saja jadi agak mengurangi kenyamanan penggunaan Internet banking.
Mobile banking atau transaksi perbankan melalui jaringan seluler tidak terganggu oleh masalah di atas. Penggunaan jaringan seluler untuk kepentingan transaksi komersial (mobile commerce) lebih aman, karena identitas pengguna lebih jelas, satu nomor ponsel hanya digunakan oleh satu orang. Sedangkan melalui Internet orang bisa mudah berganti-ganti komputer, sehingga identitasnya lebih sulit dilacak. Karena itulah mobile banking lebih sukses di tanah air.
Selain karena pemalsuan, kegagalan Internet commerce di Indonesia antara lain dikarenakan biaya (fee) transaksi dengan kartu kredit yang relatif tinggi yang harus ditanggung penjual, sementara barang-barang yang mereka jual kebanyakan berharga rendah, seperti buku atau VCD. Hal ini membuat pembayaran dengan kartu kredit jadi tidak menarik. Akhirnya toko-toko buku online lebih banyak melakukan pembayaran tunai saat penyerahan barang atau cash on delivery (COD). Namun, secara bisnis COD hanya layak dilakukan jika pelanggan berada dalam kota yang sama dengan lokasi toko online.
Mobile commerce membuka peluang bisnis yang lebih mudah bagi transaksi-transaksi kecil, karena pembayaran bisa dilakukan dengan pulsa. Pulsa ponsel telah menjadi mata uang dalam mobile commerce. Lihat saja bisnis yang telah dimanfaatkan dengan cara ini: pemesanan ring back tone, mengunduh ring tone atau game, berlangganan SMS dari artis atau SMS yang berisi pesan-pesan keagamaan, bahkan sampai memberikan sedekah atau sumbangan.
Bisnis ring back tone bahkan bisa menjadi penyejuk industri musik yang sudah lama didera pembajakan. Sejumlah musisi, seperti Iwan Fals, Samsons, Letto sampai almarhum Chrisye, sempat mendistribusikan lagu-lagunya melalui jaringan telekomunikasi seluler. Lagu Letto yang berjudul Ruang Rindu mencapai angka 3,2 juta untuk penjualan ring back tone. Padahal jika dijual dalam bentuk kaset, untuk bisa laku 1 juta saja sudah sangat luar biasa. Penjualan ring back tone ini lebih bisa menghindari pembajakan. Bahkan penggemar musik juga tidak segan bertransaksi karena biayanya murah karena tidak ada media fisik - seperti keping CD atau kaset - yang digunakan, dan juga caranya mudah karena bisa dilakukan dari ponsel mereka di manapun mereka berada. Secara psikologis orang juga bisa mudah melakukannya karena mereka membayarnya dengan pulsa dalam jumlah kecil, sehingga mereka tidak merasa "mengeluarkan uang".
Konvergensi teknologi memungkinkan orang dengan perangkat yang berbeda-beda mengakses atau bertukar data yang sama. Misalnya satu universitas memasukkan data nilai mahasiswa ke dalam basis data. Kemudian data nilai ini bisa diakses baik melalui situs Web universitas, maupun diakses melalui SMS. Pembicaraan melalui layanan VOIP, dulu harus dari komputer ke komputer. Sekarang dengan Skype, kita bisa menelpon dari komputer ke telepon rumah atau ke ponsel.
Perkembangan konvergensi teknologi juga terlihat pada bisnis game. Mula-mula game dijalankan secara lokal, baik di komputer maupun di ponsel. Popularitas Internet mendorong orang untuk mengembangkan online game sehingga orang bisa bermain game melawan banyak orang yang berada di tempat berbeda-beda dan berjauhan. Popularitas online game juga dikarenakan orang lebih suka bermain melawan orang lain dibandingkan dengan melawan komputer. Online game ini tumbuh menjadi bisnis besar, karena untuk bisa bermain orang harus mendaftar dulu, yang kemudian bisa membayar atau gratis. Pengguna online game juga akan selalu tergantung pada server perusahaan penyedia layanan, sehingga bisnis ini tidak akan digerogoti pembajakan. Perkembangan berikutnya orang bisa bermain game yang sama melalui perangkat berbeda-beda. Sebagian orang bermain dari komputer, sebagian lainnya bermain dari ponsel. Game karya orang Indonesia, seperti Kurusetra misalnya, bisa diakses baik melalui Internet dengan komputer, maupun dengan ponsel melalui jaringan seluler.
Demikianlah, konvergensi TI dan telekomunikasi telah dan masih akan terus melahirkan produk-produk baru dengan kemampuan-kemampuan baru, serta bisnis-bisnis baru pula.***